July 08, 2007

Praktis atau Prestise???

"Pak Haji, saya ikut mobil Bapak ya?" pinta saya kepada pak Haji Alay ketika kami, peserta talkshow TDA, bersiap ke ITC Mangga Dua. "Boleh saja, tapi bisa muat nggak mobilnya?" jawab Pak Haji agak ragu. Saya sedikit heran mengapa pak Haji tidak bisa menjawab pasti. Saat itu saya memang sangat ingin dekat dengan Sang Narasumber dan menyerap ilmunya selepas acara talkshow.

Keheranan saya akhirnya terjawab ketika kami meninggalkan tempat acara. Ternyata Pak Haji Alay, seorang pedagang besar Tanah Abang, cuma nunut mobilnya pak Joe (pak Joseph Hartanto). Mobil pak Joe akhirnya sesak karena saya memaksakan diri ikut di dalamnya padahal mobil lain banyak yang masih kosong.

Sepanjang perjalanan memang saya banyak belajar dari Beliau. Bagaimana cara memilih produk yang bagus, di mana mencarinya, kisaran harganya, cara menjualnya, dan sebagainya. Meski akhirnya saya "memilih" jalan sendiri ilmu dari Beliau sangat inspiratif.

Di perjalanan itu juga saya mendapatkan jawaban terhadap hal yang mengherankan saya. Mengapa Pak Haji memilih menumpang pak Joe, dan bukan memakai mobil sendiri. "Saya ingin yang praktis saja. Saya kemana-mana lebih senang pakai taksi. Kalau macet lebih senang pakai ojek," Kami semua kaget dengan jawaban pak Haji. "Coba kalau pakai mobil sendiri, kan tegang kita. Jangan-jangan disrempet bajaj. Pakai taksi bisa membantu pengemudinya," Pak Haji melanjutkan jawabannya. Pak Haji, pemilik ratusan kios di berbagai pusat perbelanjaan ini, di setiap tindakannya selalu memikirkan membantu orang lain.

Saya tiba-tiba ingat dengan apa yang pernah saya lakukan. Saat itu saya membeli televisi yang punya fitur sangat banyak. Ketika televisi lain masih biasa-biasa saja saya pilih bilingual, subwoofer, 3D stereo. Untuk saat itu fitur tsb masih langka. Ternyata apa yang terjadi? Hampir semua fitur tidak bisa optimal. Bilingual-nya mirip dengan HP 3G sekarang. Ada fasilitasnya tetapi jaringannya tidak mendukung. Ya tetap saja tidak bisa dipakai. Akhirnya saya harus membayar mahal untuk sesuatu yang tidak bisa dinikmati. Mubazir kan...

Pada suatu ketika saya dan seorang teman sedang menunggu di lobi sebuah gedung perkantoran di kawasan elit. Kami melihat banyak sekali para profesional memakai peralatan pendukung mutakhir. Ada satu orang yang membawa sampai tiga hp. "Orang kok nggak praktis, bawa hp sampai tiga," gumam saya. "Ya wajar kamu ngomong seperti itu. Hpmu kan cuma satu," jawab teman saya. Benar juga, pikir saya. "Yang bawa banyak hp dan nggak praktis biasanya kan cuma karyawan. Mana ada bos repot gitu," saya tidak mau kalah. "Kalau kamu beda, hpmu cuma satu karena tidak kuat beli lagi," sambar teman saya. Jangan-jangan dia benar, kata saya dalam hati.

Lama kami terdiam lagi. "Kamu tahu nggak pak Budi Rachmat (salah satu founder TDA). Dia dulu kan profesional Unilever. Kemana-mana bawa mobil plus baju yg selalu necis dan wangi. Sekarang kemana-mana cukup pakai motor padahal duitnya jauuuhhh lebih banyak dibanding dulu. Semakin kaya semakin praktis," Saya merasa di atas angin.

"Kalau kamu beda. Kamu praktis karena memang miskin," teman saya menjawab tanpa ekspresi. Saya kembali diam. "Oke, bagaimana dengan Rusdi Kirana (pemilik Lion Air). Kalau berjalan bareng dengan manajer humasnya, Pak Rusdi lebih mirip sebagai sopirnya karena yang punya potongan orang kaya adalah manajer humasnya," Saya kembali membuka diskusi. Kali ini teman saya yang diam. Mungkin tidak bisa membalas saya. Atau jangan-jangan lebih parah lagi, dia sudah males menjawab karena ucapan saya tidak bermutu.

"Eh tahu nggak, semakin orang itu kaya dia makin praktis lho. Tapi kalau masih miskin malah lebih suka tidak praktis. Mereka lebih senang tidak praktis karena biar dikira sebagai orang kaya. Kalau sudah kaya mereka tidak butuh pengakuan lagi. Jadi lebih memilih praktis," Saya mencoba kembali membuka pembicaraan. Ternyata teman saya lebih memilih tertidur di sofa wisma GKBI...

                            

December 13, 2006

POLIGAMI? (Percakapan Dengan Aa, melalui Messenger)

Silakan dicermati .


Aa_online :Assalamualaikum ..
f_rachmanto : Waalaikum salaam ?
f_rachmanto : Aa .. lama gak online
nih, ? kemana aja ?
Aa_online : Ah ? Aa mah disini aja,
Kang Oji kumaha damang?
f_rachmanto : Baik A, kumaha bulan
madu?
Aa_online : Ah, eta deui, eta deui ?
hehehe ?
f_rachmanto : Sori A, habis kaget nih
Aa nikah lagi
Aa_online : Aduh kenapa atuh mesti
kaget segala. Kan berpoligami teh
diijinkan Allah.
f_rachmanto : Diijinkan lho A, bukan
diwajibkan.
Aa_online : Betul. Hukumnya sunnah.
f_rachmanto : Kenapa sih A, nikah lagi?
Aa_online : Aduuh ini lagi
pertanyaanya , Kumaha nya ngajawabnya?
f_rachmanto : Apa ada yg kurang dari
Teteh?
Aa_online : Wah, insya Allah bukan
karena itu, Teteh itu wanita yang
sangat luar biasa.
f_rachmanto : Jadi kenapa?
Aa_online : Begini, pernikahan Aa yang
kedua ini latar belakangnya ya sama
saja dengan alasan orang lain menikah.
Kang Oji dulu kenapa menikah?
f_rachmanto : Mmmm ? Karena saya dan
istri saling cinta, dan pengen hidup
bareng membangun keluarga yang sakinah?
Aa_online : Begitu juga Aa dengan
pernikahan kedua ini.
f_rachmanto : Tapi Aa kan bisa
menyakiti hati Teteh. Apalagi anak-
anak Aa. Anak mana sih yang rela
Ayahnya nikah lagi.
Aa_online : Yah, saya juga katakan ini
bukan keputusan mudah. Saya mohon maaf
sama Teteh dan anak-anak saya, jika
keputusan ini tidak enak buat mereka.
Namun saya juga berharap ini bisa jadi
hikmah bagi mereka untuk melatih
keikhlasan mereka. Dan alhamdulillah
Teteh dan anak-anak dapat menerima ?
f_rachmanto : Maaf nih A, kok tega
menyakiti hati orang yang kita cintai?
Aa_online : Sudah tentu saya tidak
tega, tapi ?
f_rachmanto : Kalau tidak tega kenapa
tetap dilaksanakan?
Aa_online : Begini, karena ada tujuan
yang menurut Aa insya Allah baik.
Dan Aa yakin keluarga Aa akan dapat
ikhlas menerima keputusan Aa.
f_rachmanto : Maaf A, apakah ini untuk
kepuasan seks?
Aa_online : Semua pernikahan bukan nya
selalu ada aspek seks? Namun seks
tentu bukan satu2 nya aspek dan bukan
yang paling utama.
Aa_online : Salah satu hikmah
pernikahan adalah untuk mencegah
manusia dari kerusakan akibat perilaku
seks seperti binatang. Kang Oji bisa
lihat perilaku saudara-saudara kita
dewasa ini yang lama-lama menganggap
seks diluar nikah bukan hal terlarang.
Ini harus diluruskan ?
f_rachmanto : Dengan poligami?
f_rachmanto : Bukan kah nanti jadi nya
poligami iya, zina jalan terus ?
Aa_online : Yah kalo masalah zina mah,
kalo moral orangnya sudah mengizinkan
zina ya bagaimana ya? Tapi ada
pandangan juga nih. Barangkali
masyarakat kita sekarang juga yang
mengkondisikan perzinahan.
f_rachmanto : Maksud Aa?
Aa_online : Yah, masyarakat sekarang
kan semakin permisif terhadap hubungan
laki-laki dan perempuan, semakin
menganggap lembaga keluarga tidak
penting, menganggap lembaga pernikahan
tidak penting. Sementara namanya
dorongan hubungan seks adalah sesuatu
yang alamiah dan pasti terjadi. Paham
maksud Aa?
f_rachmanto : Rada ngantuk sih A, tapi
paham lah.
f_rachmanto : Ya jujur aja sih, kalau
sekarang kita denger sepasang laki-
laki perempuan tinggal bersama tanpa
menikah dianggap semakin biasa.
Aa_online : Padahal dulu enggak
f_rachmanto : Ya , dulu nya itu tabu.
Aa_online : Demikian pula poligami
f_rachmanto : Halahh ? belok nya jago
bener
Aa_online : Hehehe bukan begitu. Ini
kenyataan. Coba kita perhatikan dalam
sejarah. Orang jaman dulu
mempraktekkan poligami. Bahkan kalau
tingkatannya raja atau bangsawan,
istrinya bisa ratusan ?
f_rachmanto : Dulu dianggap biasa,
sekarang dianggap tabu.
Aa_online : Betul
f_rachmanto : Itukan dulu Aa
Aa_online : Betul, maksud Aa cuma
ingin kasih gambaran bahwa pandangan
masyarakat bisa berubah.
f_rachmanto : Tapi Aa, kenapa kita
selalu melupakan konteks "adil" dalam
ketentuan berpoligami.
f_rachmanto : Maksud saya, kalau istri
pertama sampai merasa tidak ridha saja
kan sudah tidak adil. Saya pernah baca
sih, ada beberapa istri yang dari awal
ikhlas suami nya menikah lagi, bahkan
membantu mencarikan istri baru. Tapi
kan angkanya sangat sedikit. Artinya,
poligami baru bisa dilaksanakan dalam
kondisi yang hampir mustahil.
Aa_online : Tapi mungkin
f_rachmanto : Ya ?
Aa_online : Apa tidak mungkin ada
istri yang ikhlas suaminya menikah
lagi karena sesuatu hal, katakan yang
sifatnya darurat?
f_rachmanto : Ya mungkin saja, tapi
kecil ?
Aa_online : Tetap saja mungkin.
Aa_online : Dan hukum agama
dimaksudkan untuk memberi jalan keluar
bagi hal yang mungkin tadi.
f_rachmanto : OK Aa, saya tidak pernah
mempertanyakan legalitas berpoligami.
Tertulis dalam teks dengan sangat
jelas itu diperbolehkan.
f_rachmanto : Tapi bukankah sesuatu
yang boleh belum tentu baik.
Aa_online : Misalnya ?
f_rachmanto : Misalnya saya membeli
mobil mewah sementara saudara-saudara
saya ada yang putus sekolah karena
kurang biaya, terjepit hutang, atau
bahkan kelaparan ...
f_rachmanto : Beli mobil pake uang
saya sendiri, halal, ya boleh dong.
Tapi tidak baik saya lakukan karena
akan menyakiti hati saudara-saudara
saya ?
Aa_online : Membeli mobil tadi "tidak
baik" ukuran nya apa? Dibandingkan
dengan apa?
f_rachmanto : Dibanding dengan
misalnya menyedekahkan uang saya tadi ?
Aa_online : Setuju. Nah, kalau
dibanding dengan menggunakan uang tadi
untuk berjudi di kasino?
f_rachmanto : Ya lebih baik beli mobil.
Aa_online : Sangat relatif ya?
f_rachmanto : Hmm ? ya.
Aa_online : Jadi itu semua akan sangat
subyektif, dan sangat tergantung
konteks. Tidak bisa dihakimi secara
hitam-putih begitu saja. Dari satu
kasus dengan kasus lain akan berbeda.

Aa_online : Poligami itu seperti pintu
darurat di sebuah pesawat. Boleh
digunakan, kalau memang keadaan
mengharuskan. Tapi juga jangan
digunakan kalau pesawatnya baik-baik
saja. Jadi harus tahu ilmunya.
f_rachmanto : Hehehe ? Memang
pernikahan Aa sama Teteh tidak baik2
saja ya ?
Aa_online : Tuh kan ? Kalo ini mah
jadi ngegosip ?
f_rachmanto : Iya sori Aa, becanda.
Thanks penjelasannya.
f_rachmanto : BTW ini lagi online di
Daarut Tauhid ya A?
Aa_online : Lha koq Daarut Tauhid?
f_rachmanto : Lho? Ini Aa Gym kan ?
Aa_online : Aduh Ji! Ini mah saya
atuh, Aa Dadang, temen kerja kamu dulu!
f_rachmanto : Astaghfirullah? Kirain
dari tadi teh Aa Gym ?

Serius banget bacanya !!!

August 07, 2006

Cinta Laki-Laki Biasa

MENJELANG hari H, Nania masih saja sulit mengungkapkan alasan kenapa dia mau menikah dengan lelaki itu. Baru setelah menengok ke belakang, hari-hari yang dilalui, gadis cantik itu sadar, keheranan yang terjadi bukan semata miliknya, melainkan menjadi milik banyak orang; Papa dan Mama, kakak-kakak, tetangga, dan teman-teman Nania. Mereka ternyata sama herannya. "Kenapa?" tanya mereka di hari Nania mengantarkan surat undangan.

Saat itu teman-teman baik Nania sedang duduk di kantin menikmati hari-hari sidang yang baru saja berlalu. Suasana sore di kampus sepi. Berpasang-pasang mata tertuju pada gadis itu. Tiba-tiba saja pipi Nania bersemu merah, lalu matanya berpijar bagaikan lampu neon limabelas watt. Hatinya sibuk merangkai kata-kata yang barangkali beterbangan di otak melebihi kapasitas. Mulut Nania terbuka. Semua menunggu. Tapi tak ada apapun yang keluar dari sana . Ia hanya menarik nafas, mencoba bicara dan menyadari, dia tak punya kata-kata! Dulu gadis berwajah indo itu mengira punya banyak jawaban, alasan detil dan spesifik, kenapa bersedia menikah dengan laki-laki itu. Tapi kejadian di kampus adalah kali kedua Nania yang pintar berbicara mendadak gagap. Yang pertama terjadi tiga bulan lalu saat Nania menyampaikan keinginan Rafli untuk melamarnya.

Arisan keluarga Nania dianggap momen yang tepat karena semua berkumpul, bahkan hingga generasi ketiga, sebab kakak-kakaknya yang sudah berkeluarga membawa serta buntut mereka. "Kamu pasti bercanda!" Nania kaget. Tapi melihat senyum yang tersungging di wajah kakak tertua, disusul senyum serupa dari kakak nomor dua, tiga, dan terakhir dari Papa dan Mama membuat Nania menyimpulkan: mereka serius ketika mengira Nania bercanda. Suasana sekonyong-konyong hening. Bahkan keponakan-keponakan Nania yang balita melongo dengan gigi-gigi mereka yang ompong. Semua menatap Nania!

"Nania serius!" tegasnya sambil menebak-nebak, apa lucunya jika Rafli memang melamarnya.

"Tidak ada yang lucu," suara Papa tegas, "Papa hanya tidak mengira Rafli berani melamar anak Papa yang paling cantik!" Nania tersenyum.

Sedikit lega karena kalimat Papa barusan adalah pertanda baik. Perkiraan Nania tidak sepenuhnya benar sebab setelah itu berpasang-pasang mata kembali menghujaninya, seperti tatapan mata penuh selidik seisi ruang pengadilan pada tertuduh yang duduk layaknya pesakitan.

"Tapi Nania tidak serius dengan Rafli, kan ?" Mama mengambil inisiatif bicara, masih seperti biasa dengan nada penuh wibawa, "maksud Mama siapa saja boleh datang melamar siapapun, tapi jawabannya tidak harus iya, toh?" Nania terkesima.

"Kenapa?" Sebab kamu gadis Papa yang paling cantik. Sebab kamu paling berprestasi dibandingkan kami. Mulai dari ajang busana, sampai lomba beladiri. Kamu juga juara debat bahasa Inggris, juara baca puisi seprovinsi. Suaramu bagus! Sebab masa depanmu cerah. Sebentar lagi kamu meraih gelar insinyur. Bakatmu yang lain pun luar biasa. Nania sayang, kamu bisa mendapatkan laki-laki manapun yang kamu mau! Nania memandangi mereka, orang-orang yang amat dia kasihi, Papa, kakak-kakak, dan terakhir Mama.

Takjub dengan rentetan panjang uraian mereka atau satu kata 'kenapa' yang barusan Nania lontarkan. "Nania Cuma mau Rafli," sahutnya pendek dengan airmata mengambang di kelopak. Hari itu dia tahu, keluarganya bukan sekadar tidak suka, melainkan sangat tidak menyukai Rafli. Ketidaksukaan yang mencapai stadium empat. Parah. "Tapi kenapa?" Sebab Rafli cuma laki-laki biasa, dari keluarga biasa, dengan pendidikan biasa, berpenampilan biasa, dengan pekerjaan dan gaji yang amat sangat biasa. Bergantian tiga saudara tua Nania mencoba membuka matanya. "Tak ada yang bisa dilihat pada dia, Nania!" Cukup! Nania menjadi marah.

Tidak pada tempatnya ukuran-ukuran duniawi menjadi parameter kebaikan seseorang menjadi manusia. Di mana iman, di mana tawakal hingga begitu mudah menentukan masa depan seseorang dengan melihat pencapaiannya hari ini? Sayangnya Nania lagi-lagi gagal membuka mulut dan membela Rafli. Barangkali karena Nania memang tidak tahu bagaimana harus membelanya. Gadis itu tak punya fakta dan data konkret yang bisa membuat Rafli tampak 'luar biasa'. Nania Cuma punya idealisme berdasarkan perasaan yang telah menuntun Nania menapaki hidup hingga umur duapuluh tiga. Dan nalurinya menerima Rafli. Di sampingnya Nania bahagia. Mereka akhirnya menikah.

***

Setahun pernikahan. Orang-orang masih sering menanyakan hal itu, masih sering berbisik-bisik di belakang Nania, apa sebenarnya yang dia lihat dari Rafli. Jeleknya, Nania masih belum mampu juga menjelaskan kelebihan-kelebihan Rafli agar tampak di mata mereka. Nania hanya merasakan cinta begitu besar dari Rafli, begitu besar hingga Nania bisa merasakannya hanya dari sentuhan tangan, tatapan mata, atau cara dia meladeni Nania. Hal-hal sederhana yang membuat perempuan itu sangat bahagia.

"Tidak ada lelaki yang bisa mencintai sebesar cinta Rafli pada Nania." Nada suara Nania tegas, mantap, tanpa keraguan. Ketiga saudara Nania hanya memandang lekat, mata mereka terlihat tak percaya. "Nia, siapapun akan mudah mencintai gadis secantikmu!" "Kamu adik kami yang tak hanya cantik, tapi juga pintar!" "Betul. Kamu adik kami yang cantik, pintar, dan punya kehidupan sukses!" Nania merasa lidahnya kelu. Hatinya siap memprotes. Dan kali ini dilakukannya sungguh-sungguh. Mereka tak boleh meremehkan Rafli. Beberapa lama keempat adik dan kakak itu beradu argumen. Tapi Rafli juga tidak jelek, Kak! Betul. Tapi dia juga tidak ganteng kan ? Rafli juga pintar! Tidak sepintarmu, Nania. Rafli juga sukses, pekerjaannya lumayan. Hanya lumayan, Nania. Bukan sukses. Tidak sepertimu.

Seolah tak ada apapun yang bisa meyakinkan kakak-kakaknya, bahwa adik mereka beruntung mendapatkan suami seperti Rafli. Lagi-lagi percuma. "Lihat hidupmu, Nania. Lalu lihat Rafli! Kamu sukses, mapan, kamu bahkan tidak perlu lelaki untuk menghidupimu." Teganya kakak-kakak Nania mengatakan itu semua. Padahal adik mereka sudah menikah dan sebentar lagi punya anak. Ketika lima tahun pernikahan berlalu, ocehan itu tak juga berhenti. Padahal Nania dan Rafli sudah memiliki dua orang anak, satu lelaki dan satu perempuan. Keduanya menggemaskan. Rafli bekerja lebih rajin setelah mereka memiliki anak-anak. Padahal itu tidak perlu sebab gaji Nania lebih dari cukup untuk hidup senang.

"Tak apa," kata lelaki itu, ketika Nania memintanya untuk tidak terlalu memforsir diri. "Gaji Nania cukup, maksud Nania jika digabungkan dengan gaji Abang." Nania tak bermaksud menyinggung hati lelaki itu. Tapi dia tak perlu khawatir sebab suaminya yang berjiwa besar selalu bisa menangkap hanya maksud baik.

"Sebaiknya Nania tabungkan saja, untuk jaga-jaga. Ya?" Lalu dia mengelus pipi Nania dan mendaratkan kecupan lembut. Saat itu sesuatu seperti kejutan listrik menyentakkan otak dan membuat pikiran Nania cerah. Inilah hidup yang diimpikan banyak orang. Bahagia! Pertanyaan kenapa dia menikahi laki-laki biasa, dari keluarga biasa, dengan pendidikan biasa, berpenampilan biasa, dengan pekerjaan dan gaji yang amat sangat biasa, tak lagi mengusik perasaan Nania. Sebab ketika bahagia, alasan-alasan menjadi tidak penting.

Menginjak tahun ketujuh pernikahan, posisi Nania di kantor semakin gemilang, uang mengalir begitu mudah, rumah Nania besar, anak-anak pintar dan lucu, dan Nania memiliki suami terbaik di dunia. Hidup perempuan itu berada di puncak! Bisik-bisik masih terdengar, setiap Nania dan Rafli melintas dan bergandengan mesra. Bisik orang-orang di kantor, bisik tetangga kanan dan kiri, bisik saudara-saudara Nania, bisik Papa dan Mama. Sungguh beruntung suaminya. Istrinya cantik. Cantik ya? dan kaya! Tak imbang! Dulu bisik-bisik itu membuatnya frustrasi. Sekarang pun masih, tapi Nania belajar untuk bersikap cuek tidak peduli. Toh dia hidup dengan perasaan bahagia yang kian membukit dari hari ke hari.

Tahun kesepuluh pernikahan, hidup Nania masih belum bergeser dari puncak. Anak-anak semakin besar. Nania mengandung yang ketiga. Selama kurun waktu itu, tak sekalipun Rafli melukai hati Nania, atau membuat Nania menangis.

***

Bayi yang dikandung Nania tidak juga mau keluar. Sudah lewat dua minggu dari waktunya. "Plasenta kamu sudah berbintik-bintik. Sudah tua, Nania. Harus segera dikeluarkan!" Mula-mula dokter kandungan langganan Nania memasukkan sejenis obat ke dalam rahim Nania. Obat itu akan menimbulkan kontraksi hebat hingga perempuan itu merasakan sakit yang teramat sangat. Jika semuanya normal, hanya dalam hitungan jam, mereka akan segera melihat si kecil.

Rafli tidak beranjak dari sisi tempat tidur Nania di rumah sakit. Hanya waktu-waktu shalat lelaki itu meninggalkannya sebentar ke kamar mandi, dan menunaikan shalat di sisi tempat tidur. Sementara kakak-kakak serta orangtua Nania belum satu pun yang datang. Anehnya, meski obat kedua sudah dimasukkan, delapan jam setelah obat pertama, Nania tak menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan.

Rasa sakit dan melilit sudah dirasakan Nania per lima menit, lalu tiga menit. Tapi pembukaan berjalan lambat sekali. "Baru pembukaan satu." "Belum ada perubahan, Bu." "Sudah bertambah sedikit," kata seorang suster empat jam kemudian menyemaikan harapan. "Sekarang pembukaan satu lebih sedikit." Nania dan Rafli berpandangan. Mereka sepakat suster terakhir yang memeriksa memiliki sense of humor yang tinggi.

Tigapuluh jam berlalu. Nania baru pembukaan dua. Ketika pembukaan pecah, didahului keluarnya darah, mereka terlonjak bahagia sebab dulu-dulu kelahiran akan mengikuti setelah ketuban pecah. Perkiraan mereka meleset. "Masih pembukaan dua, Pak!" Rafli tercengang. Cemas. Nania tak bisa menghibur karena rasa sakit yang sudah tak sanggup lagi ditanggungnya. Kondisi perempuan itu makin payah. Sejak pagi tak sesuap nasi pun bisa ditelannya.

"Bang?" Rafli termangu. Iba hatinya melihat sang istri memperjuangkan dua kehidupan. "Dokter?" "Kita operasi, Nia. Bayinya mungkin terlilit tali pusar." Mungkin? Rafli dan Nania berpandangan. Kenapa tidak dari tadi kalau begitu? Bagaimana jika terlambat? Mereka berpandangan, Nania berusaha mengusir kekhawatiran. Ia senang karena Rafli tidak melepaskan genggaman tangannya hingga ke pintu kamar operasi. Ia tak suka merasa sendiri lebih awal.

Pembiusan dilakukan, Nania digiring ke ruangan serba putih. Sebuah sekat ditaruh di perutnya hingga dia tidak bisa menyaksikan ketrampilan dokter-dokter itu. Sebuah lagu dimainkan. Nania merasa berada dalam perahu yang diguncang ombak. Berayun-ayun. Kesadarannya naik-turun. Terakhir, telinga perempuan itu sempat menangkap teriakan-teriakan di sekitarnya, dan langkah-langkah cepat yang bergerak, sebelum kemudian dia tak sadarkan diri. Kepanikan ada di udara. Bahkan dari luar Rafli bisa menciumnya. Bibir lelaki itu tak berhenti melafalkan zikir. Seorang dokter keluar, Rafli dan keluarga Nania mendekat.

"Pendarahan hebat." Rafli membayangkan sebuah sumber air yang meluap, berwarna merah. Ada varises di mulut rahim yang tidak terdeteksi dan entah bagaimana pecah! Bayi mereka selamat, tapi Nania dalam kondisi kritis. Mama Nania yang baru tiba, menangis. Papa termangu lama sekali. Saudara-saudara Nania menyimpan isak, sambil menenangkan orangtua mereka. Rafli seperti berada dalam atmosfer yang berbeda. Lelaki itu tercenung beberapa saat, ada rasa cemas yang mengalir di pembuluh-pembuluh darahnya dan tak bisa dihentikan, menyebar dan meluas cepat seperti kanker. Setelah itu adalah hari-hari penuh doa bagi Nania.

***

Sudah seminggu lebih Nania koma. Selama itu Rafli bolak-balik dari kediamannya ke rumah sakit. Ia harus membagi perhatian bagi Nania dan juga anak-anak. Terutama anggota keluarganya yang baru, si kecil. Bayi itu sungguh menakjubkan, fisiknya sangat kuat, juga daya hisapnya. Tidak sampai empat hari, mereka sudah oleh membawanya pulang. Mama, Papa, dan ketiga saudara Nania terkadang ikut menunggui Nania di rumah sakit, sesekali mereka ke rumah dan melihat perkembangan si kecil. Walau tak banyak, mulai terjadi percakapan antara pihak keluarga Nania dengan Rafli.

Lelaki itu sungguh luar biasa. Ia nyaris tak pernah meninggalkan rumah sakit, kecuali untuk melihat anak-anak di rumah. Syukurnya pihak perusahaan tempat Rafli bekerja mengerti dan memberikan izin penuh. Toh, dedikasi Rafli terhadap kantor tidak perlu diragukan. Begitulah Rafli menjaga Nania siang dan malam. Dibawanya sebuah Quran kecil, dibacakannya dekat telinga Nania yang terbaring di ruang ICU. Kadang perawat dan pengunjung lain yang kebetulan menjenguk sanak famili mereka, melihat lelaki dengan penampilan sederhana itu bercakap-cakap dan bercanda mesra.

Rafli percaya meskipun tidak mendengar, Nania bisa merasakan kehadirannya. "Nania, bangun, Cinta?" Kata-kata itu dibisikkannya berulang-ulang sambil mencium tangan, pipi dan kening istrinya yang cantik. Ketika sepuluh hari berlalu, dan pihak keluarga mulai pesimis dan berfikir untuk pasrah, Rafli masih berjuang. Datang setiap hari ke rumah sakit, mengaji dekat Nania sambil menggenggam tangan istrinya mesra. Kadang lelaki itu membawakan buku-buku kesukaan Nania ke rumah sakit dan membacanya dengan suara pelan.Memberikan tambahan di bagian ini dan itu. Sambil tak bosan-bosannya berbisik, "Nania, bangun, Cinta?" Malam-malam penantian dilewatkan Rafli dalam sujud dan permohonan. Asalkan Nania sadar, yang lain tak jadi soal. Asalkan dia bisa melihat lagi cahaya di mata kekasihnya, senyum di bibir Nania, semua yang menjadi sumber semangat bagi orang-orang di sekitarnya, bagi Rafli.

Rumah mereka tak sama tanpa kehadiran Nania. Anak-anak merindukan ibunya. Di luar itu Rafli tak memedulikan yang lain, tidak wajahnya yang lama tak bercukur, atau badannya yang semakin kurus akibat sering lupa makan. Ia ingin melihat Nania lagi dan semua antusias perempuan itu di mata, gerak bibir, kernyitan kening, serta gerakan-gerakan kecil lain di wajahnya yang cantik. Nania sudah tidur terlalu lama.

Pada hari ketigapuluh tujuh doa Rafli terjawab. Nania sadar dan wajah penat Rafli adalah yang pertama ditangkap matanya. Seakan telah begitu lama. Rafli menangis, menggenggam tangan Nania dan mendekapkannya ke dadanya, mengucapkan syukur berulang-ulang dengan airmata yang meleleh. Asalkan Nania sadar, semua tak penting lagi.

Rafli membuktikan kata-kata yang diucapkannya beratus kali dalam doa. Lelaki biasa itu tak pernah lelah merawat Nania selama sebelas tahun terakhir. Memandikan dan menyuapi Nania, lalu mengantar anak-anak ke sekolah satu per satu. Setiap sore setelah pulang kantor, lelaki itu cepat-cepat menuju rumah dan menggendong Nania ke teras, melihat senja datang sambil memangku Nania seperti remaja belasan tahun yang sedang jatuh cinta. Ketika malam Rafli mendandani Nania agar cantik sebelum tidur. Membersihkan wajah pucat perempuan cantik itu, memakaikannya gaun tidur. Ia ingin Nania selalu merasa cantik. Meski seringkali Nania mengatakan itu tak perlu.

Bagaimana bisa merasa cantik dalam keadaan lumpuh? Tapi Rafli dengan upayanya yang terus-menerus dan tak kenal lelah selalu meyakinkan Nania, membuatnya pelan-pelan percaya bahwa dialah perempuan paling cantik dan sempurna di dunia. Setidaknya di mata Rafli. Setiap hari Minggu Rafli mengajak mereka sekeluarga jalan-jalan keluar. Selama itu pula dia selalu menyertakan Nania. Belanja, makan di restoran, nonton bioskop, rekreasi ke manapun Nania harus ikut. Anak-anak, seperti juga Rafli, melakukan hal yang sama, selalu melibatkan Nania. Begitu bertahun-tahun.

Awalnya tentu Nania sempat merasa risih dengan pandangan orang-orang di sekitarnya. Mereka semua yang menatapnya iba, lebih-lebih pada Rafli yang berkeringat mendorong kursi roda Nania ke sana kemari. Masih dengan senyum hangat di antara wajahnya yang bermanik keringat. Lalu berangsur Nania menyadari, mereka, orang-orang yang ditemuinya di jalan, juga tetangga-tetangga, sahabat, dan teman-teman Nania tak puas hanya memberi pandangan iba, namun juga mengomentari, mengoceh, semua berbisik-bisik.

"Baik banget suaminya!" "Lelaki lain mungkin sudah cari perempuan kedua!" "Nania beruntung!" "Ya, memiliki seseorang yang menerima dia apa adanya." "Tidak, tidak cuma menerima apa adanya, kalian lihat bagaimana suaminya memandang penuh cinta. Sedikit pun tak pernah bermuka masam!" Bisik-bisik serupa juga lahir dari kakaknya yang tiga orang, Papa dan Mama. Bisik-bisik yang serupa dengungan dan sempat membuat Nania makin frustrasi, merasa tak berani, merasa? Tapi dia salah. Sangat salah.

Nania menyadari itu kemudian. Orang-orang di luar mereka memang tetap berbisik-bisik, barangkali selamanya akan selalu begitu. Hanya saja, bukankah bisik-bisik itu kini berbeda bunyi? Dari teras Nania menyaksikan anak-anaknya bermain basket dengan ayah mereka. Sesekali perempuan itu ikut tergelak melihat kocak permainan.

Ya. Duapuluh dua tahun pernikahan. Nania menghitung-hitung semua, anak-anak yang beranjak dewasa, rumah besar yang mereka tempati, kehidupan yang lebih dari yang bisa dia syukuri. Meski tubuhnya tak berfungsi sempurna. Meski kecantikannya tak lagi sama karena usia, meski karir telah direbut takdir dari tangannya. Waktu telah membuktikan segalanya. Cinta luar biasa dari laki-laki biasa yang tak pernah berubah, untuk Nania. ============

Dikutip Dari   : Asma Nadya, Kumpulan cerpen.
Joe Comment : Cerita ini POLLL Banged ( pake D ), memberikan bekal peladjaran yang bagus buatku.... aku ambil hikmahnya dari cerita ini, insya Allah bisa diterapkan buat kehidupan masa yang akan datang untuk selalu setia dan tiada henti menyayangi walau apapun yang terjadi bersama isteri-ku kelak ( siapa ya? )

8 Kado Terindah

1. KEHADIRAN
Kehadiran orang yang dikasihi rasanya       adalah
kado yang tak ternilai harganya. Memang, kita
bisa juga hadir       dihadapannya lewat surat, telepon,
foto atau faks. Namun dengan berada       di
sampingnya, kamu dan dia dapat berbagi
perasaan, perhatian dan       kasih sayang secara lebih
utuh dan intensif. Jadikan kehadiran kamu       sebagai
pembawa kebahagiaan.

2. MENDENGAR
Sedikit orang yang       mampu memberikan kado ini.
Sebab, kebanyakan orang lebih suka       didengarkan,
ketimbang mendengarkan. Dengan mencurahkan
perhatian       pada segala ucapannya, secara tak
langsung kita juga telah menumbuhkan       kesabaran
dan kerendahan hati. Untuk bisa mendengar
dengan baik,       pastikan kamu dalam keadaan betul-
betul rileks dan bisa menangkap utuh       apa yang
disampaikan. Tatap wajahnya, tidak       perlu
menyela,mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan
ia       menuntaskannya, ini memudahkan kamu
memberikan tanggapan yang tepat       setelah itu.
Tidak harus berupa diskusi atau penilaian.
Sekedar       ucapan terimakasihpun akan terdengar
manis baginya.

3.       DIAM
Seperti kata-kata, di dalam diam juga ada
kekuatan. Diam bisa       dipakai untuk menghukum,
mengusir, atau membingungkan orang. Tapi       lebih
dari segalanya, diam juga bisa menunjukkan
kecintaan kita pada       seseorang karena
memberinya "ruang". Terlebih jika sehari-hari       kita
sudah terbiasa gemar menasihati, mengatur,
mengkritik bahkan       mengomel.

4. KEBEBASAN
Mencintai seseorang bukan berarti memberi       hak
penuh untuk memiliki atau mengatur kehidupan
orang bersangkutan.       Bisakah kita mengaku
mencintai seseorang jika kita       selalu
mengekangnya ? Memberi kebebasan adalah
salah satu perwujudan       cinta. Makna kebebasan
bukanlah "kau bebas berbuatsemaumu".       Lebih
dalam dari itu, memberi kebebasan adalah
memberinya       kepercayaan penuh untuk
bertanggungjawab atas segala hal yang       ia
putuskan atau lakukan.

5. KEINDAHAN
Siapa yang tak       bahagia, jika orang yang disayangi
tiba-tiba tampil lebih "guanteng"       atau "cuantik" ?
Tampil indah dan rupawan juga merupakan sebuah
kado       yang indah. Selain keindahan penampilan
pribadi, kamu pun bisa       menghadiahkan keindahan
suasana di rumah. Misalnya vas dan bunga       segar
cantik di ruang keluarga atau meja makan yang
tertata       indah.

6. TANGGAPAN POSITIF
Tanpa sadar, seringkali kita       memberikan penilaian
negatif terhadap pikiran, sikap atau tindakan       orang
yang kita sayangi. Seolah-olah tidak ada yang
benar dari       dirinya dan kebenaran mutlak hanya
pada kita. Kali ini, coba hadiahkan       tanggapan
positif. Nyatakan dengan jelas dan tulus. Cobalah
ingat,       berapa kali dalamsemingguterkahir kamu
mengucapkan "terima kasih" atas       segala hal yang
dia lakukan untuk kamu. Ingat-ingat pula,
pernahkah       kamu memujinya. Kedua hal itu,
ucapan terima kasih dan pujian, serta       permintaan
maaf adalah kado indah yang sering terlupakan.

7.       KESEDIAAN MENGALAH
Tidak semua masalah layak menjadi       bahan
pertengkaran. Apalagi sampai terjadi pertengkaran
yang hebat.       Bila kamu memikirkan hal ini, berarti
kamu siap memberikan kado       "kesediaan
mengalah". Kesediaan untuk mengalah juga       dapat
melunturkan sakit hati dan mengajak kita
menyadari bahwa tidak       ada manusia yang
sempurna di dunia ini.

8. SENYUMAN
Percaya       atau tidak, kekuatan senyuman amat luar
biasa. Senyuman, terlebih yang       diberikan dengan
tulus, bisa menjadi pencair hubungan yang       beku,
pemberi semangat dalam keputusasaan, pencerah
suasana muram,       bahkan obat penenang jiwa yang
resah. Senyuman jugamerupakan isyarat       untuk
membuka diri dengan dunia sekeliling kita. Kapan
terakhir kali       kamu menghadiahkan senyuman
manis pada orang yang kamu kasihi       ?

Qana, Mukzizat yang terluka T_T

Qana, sebuah desa di Lebanon, selama       perjalanan
sejarah, khususnya dalam pengembangan ajaran
Kristen,       selalu menjadi perhatian dunia. Kini porak-
poranda oleh "tangan       Israel"



Hidayatullah.com--Qana, adalah sebuah desa       di
Lebanon, di sana, ajaran Isa Al Masih berawal. Di
tempat itu pula       tragedi kemanusiaan penuh ratap
tangis terjadi akibat serangan militer       Israel pekan
lalu.

Pada beberapa dasawarsa awal tahun       Masehi,
Qana adalah sebuah desa kecil yang masuk
dalam kawasan       Galilea. Kondisi geografis Galilea
yang beragam membuat mata       pencarian
penduduknya pun bervariasi.

Orang yang tinggal di       sekitar Danau Galilea
beradaptasi dengan beraktivitas sebagai       nelayan.
Mereka adalah penduduk yang tinggal di Magadan,
Tiberias,       Kapernaum, dan beberapa daerah lainnya.

Sedangkan penduduk di       wilayah yang jauh dari
danau Galilea mengandalkan pertanian       dengan
anggur sebagai salah satu hasil buminya. Qana
adalah salah       satu dari daerah-daerah tersebut.

Kehidupan di Qana tidak jauh       berbeda dengan
kehidupan desa dengan segala tradisi dan
intimitas       antar penduduknya. Yohanes, seorang
penulis dan juga sahabat Isa,       menggambarkan hal
itu dalam kesaksiannya.

Sekitar tahun 30       Masehi, masa awal penyebaran
ajaran Kristus, berlangsung acara       pernikahan di
rumah salah satu keluarga di Qana. Isa yang       juga
disebut Yesus oleh pemeluknya, diundang dalam
upacara itu       bersama ibu dan sahabat-sahabatnya,
termasuk Yohanes.

Hal yang       tidak terduga terjadi. Anggur, minuman
tradisi penyambut tamu, habis.       Atas permintaan
Maria, ibunya, Isa memperlihatkan       mukjizat
pertama.

"Di situ ada enam tempayan yang       disediakan
untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi,
masing-masing       isinya tiga buyung. Yesus berkata
kepada pelayan-pelayan itu: `Isilah       tempayan-
tempayan itu penuh dengan air`," tulis Yohanes
dalam       Injil.

Hati pemimpin pesta pernikahan bergetar setelah
mereka       mencicipi air dalam tempayan telah
berubah menjadi anggur. Seketika       sirna
kegelisahannya karena pesta berjalan lancar.
Suka cita       memenuhi Qana.

Kini, lebih dari dua ribu tahun setelah peristiwa       itu,
suasana yang sungguh berbeda terjadi di Qana.
Perubahan itu       terjadi hanya dalam hitungan menit
setelah serangan udara Israel       meluluhlantahkan
Qana, Minggu (30/7).

Sesaat setelah insiden       terjadi, kantor berita
Prancis, AFP melaporkan sedikitnya 50       orang
tewas. Sebagian besar adalah anak-anak dan 15
dari korban       anak-anak tersebut adalah
penyandang cacat.

Jumlah korban luka       dan tewas terus bertambah
mencapai ratusan orang hingga hari       ke-dua
kejadian.

Agresi Israel yang diberi kode "Operasi       Anggur
Kemarahan" itu juga telah memaksa sejumlah
warga Lebanon       menjadi pengungsi ke daerah
sekitar. Sementara itu, ratusan orang tua       meratapi
kematian anak mereka dan ratusan anak
mendadak menjadi       yatim piatu.

Dunia terperangah menyaksikan tragedi di
kawasan       yang berbatasan langsung dengan Israel
itu untuk ke dua kalinya,       setelah sebelumnya
peristiwa serupa terjadi tahun 1996.       Pemimpin
muslim dan PBB mengutuk ulah Israel tersebut.

Sekjen       Liga Arab Amr Mussa mendesak dilakukan
penyelidikan atas pembunuhan       besar-besaran di
desa Qana dan memproses kejahatan perang
lainnya       yang dilakukan Israel di Lebanon.

Jordania juga mengutuk keras       serangan itu dengan
menyebut aksi Isreal sebagai pelanggaran       hukum
internasional. Kutukan itu disampaikan langsung
oleh Raja       Jordania Abdullah dalam salah satu
peryataannya.

Desakan untuk       penyelidikan disambut baik oleh
PBB melalui Sekjen PBB Kofi Annan dan       wakilnya
dalam pernyataan mereka seperti dikutip AFP.

"Saya       mengutuk keras pembunuhan puluhan
warga sipil hari ini akibat tembakan       Israel pada
bangunan rumah warga di desa Qana. Peristiwa
tragis ini       menunjukkan pentingnya semua pihak
mengindahkan kerapnya permintaan PBB       agar
permusuhan segera dihentikan," kata Wakil
Sekjen PBB Geir       Pederson.

Selain itu, masyarakat Lebanon boleh sedikit
bernafas       lega setelah Dewan Keamanan PBB
memperpanjang keberadaan 2.000       prajurit
Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL)
selama satu       bulan.

Namun demikian kepastian masih sulit untuk
didapat,       terutama karena Israel masih memberikan
pembenaran atas       aksinya.

Walau menyampaikan duka mendalam, Israel
tetap       menyalahkan gerilyawan Hizbullah karena
memnyembunyikan persenjataan di       perkampungan
dan menjadikan warga sipil sebagai tameng       hidup.

Serangan Israel ke Lebanon, termasuk Qana,
adalah       serangkaian agresi untuk menumpas
gerilyawan Hizbullah yang telah       membunuh dan
menangkap beberapa tentara Israel.

Warga sipil tak       luput dari serangan itu karena
Israel bersikeras pemukiman warga       merupakan
tempat persembunyian gerilyawan.

Qana adalah wilayah       dengan wujud yang bertolak
belakang dalam dua periode sejarah yang       berbeda.
lebih dari dua ribu tahun lalu, anggur dijadikan Isa
untuk       menumbuhkan suka cita. Kini, kata anggur
muncul dalam operasi militer       yang mematikan,
Operasi Anggur Kemarahan.

Dulu Qana menjadi       titik awal dari serangkaian
mukjizat cinta kasih Isa. Kini, daerah itu       menjadi
tempat berlangsungnya tragedi berdarah yang
justru dilakukan       oleh anak cucu Yahudi, etnis
yang diajarkan cinta kasih oleh Isa.       [sumber
antara.co.id]

Mau tau gimana respon Israel terhadap reaksi negatif atas serangan barbar yang dilakukanya?

Cara Israel Memenangkan Perang Opini
Kamis, 03 Agustus       2006 - 10:53:22 WIB
Selain melakukan tuduhan anti semit kepada
orang       yang dianggap membenci Yahudi, penganut
Zionis juga melakukan perang       opini guna
mendukung langkah       Israel


Hidayatullah.com--Meski kebengisan Israel       di
Palestina dan Libanon hari-hari ini mendapat
hujatan masyarakat       internasional, bukan berarti
pendukung Yahudi diam diri. Mereka       justru
memanfatkan media massa, termasuk internet
guna membuat opini       publik. Ujungnya, dukungan
terhadap langkah Israel.

Kementerian       Luar Negeri Israel baru-baru ini
melakukan cara dengan mengajak       warganya
untuk mengalahkan opini negatif yang kini sedang
menyerang       negerinya.

Caranya antara lain mengajak warga Yahudi       dan
pendukung Israel di seluruh dunia untuk
aktif bergerilya di       dunia cyber dan mematahkan
opini siapa saja yang memojokkan       Israel.

Opini seperti ini juga terlihat dari cara       mereka
memanfaatkan surat-surat pembaca di media
cetak seperti       --Time, Newsweek atau Wall Street
Journal –koran prestisius yang       dikenal sangat pro
Yahudi dan Israel.

Baru-baru ini, Israel       juga tengah meluncurkan
software yang bisa idownload dan diinstal       gratis
bernama "Megaphone" melalui situs
      www.giyus.org. Giyus akronim dari Give       
Israel Your United Support maksudnya mobilisasi
mendukung       Israel.

Software ini konon bisa melacak rtikel dan survei
di       dunia maya yang kritis terhadap
kebrutalan tentara Israel. Ribuan       orang, misalnya,
isa ikut survei di sebuah situs dan       memberikan
awaban yang pro kebijakan Israel. Atau ramai-
ramai       embantai opini di situs media liberal yang
kritis erhadap kebijakan       politik Israel, terutama di
Libanon
dan Gaza sekarang. [Joe,       berbagai sumber]

Mahalnya Karir Seorang Wanita

Saya seorang ibu dengan 2 orang anak , mantan
direktur       sebuah
Perusahaan multinasional. Mungkin anda termasuk
orang yang       menganggap saya
orang yang berhasil dalam karir namun sungguh
jika       seandainya saya boleh

memilih maka saya akan berkata kalau lebih       baik
saya tidak seperti
sekarang dan menganggap apa yang saya       raih
sungguh sia-sia

Semuanya berawal ketika putri saya       satu-satunya
yang berusia 19 tahun
baru saja meninggal karena       overdosis narkotika.
Sungguh hidup saya
hancur berantakan karenanya,       suaminya saat ini
masih terbaring di rumah
sakit karena terkena       stroke dan mengalami
kelumpuhan karena memikirkan
musibah       ini.

Putera saya satu-satunya juga sempat mengalami
depresi       berat dan
Sekarang masih dalam perawatan intensif sebuah
klinik       kejiwaan, dia juga
merasa sangat terpukul dengan kepergian       adiknya.
Sungguh apa lagi yang bisa
saya harapkan.

Kepergian       Maya dikarenakan dia begitu guncang
dengan kepergian Bik       Inah
pembantu kami. Hingga dia terjerumus dalam
pemakaian Narkoba.       Mungkin
terdengar aneh kepergian seorang pembantu bisa
membawa       dampak Begitu
hebat pada putri kami. Harus saya akui bahwa bik
Inah       sudah seperti
keluarga bagi kami, dia telah ikut bersama kami
sejak       20 tahun yang lalu dan
ketika Doni berumur 2 tahun. Bahkan bagi       Maya
dan Doni , bik Inah sudah
seperti ibu kandungnya       sendiri.

Ini semua saya ketahui dari buku harian Maya yang
saya       baca setelah dia
meninggal. Maya begitu cemas dengan sakitnya       bik
Inah, berlembar-lembar
buku hariannya berisi hal ini. Dan ketika       saya sakit
saya pernah sakit

karena kelelahan dan diopname di       rumah sakit
selama 3 minggu ) Maya
hanya menulis singkat sebuah       kalimat di buku
hariannya "Hari ini Mama
sakit di Rumah sakit" ,       hanya itu saja.

Sungguh hal ini menjadikan saya semakin       terpukul.
Tapi saya akui ini
semua karena kesalahan saya. Begitu       sedikitnya
waktu saya untuk Doni,
Maya dan Suami saya. Waktu saya       habis di kantor,
otak saya lebih banyak
berpikir tentang keadaan       perusahaan dari pada
keadaan mereka.

Berangkat jam 07:00 dan       pulang di rumah 12 jam
kemudian bahkan mungkin
lebih. Ketika sudah       sampai rumah rasanya sudah
begitu capai untuk
memikirkan urusan       mereka. Memang setiap hari
libur kami gunakan untuk acara
keluarga,       namun sepertinya itu hanya seremonial
dan rutinitas saja,
ketika       hari Senin tiba saya dan suami sudah
seperti "robot" yang
terprogram       untuk urusan kantor.

Sebenarnya ibu saya sudah       berkali-kali
mengingatkan saya untuk berhenti
bekerja sejak Doni       masuk SMA namun selalu saya
tolak, saya anggap ibu
terlalu kuno cara       berpikirnya. Memang Ibu saya
memutuskan berhenti
bekerja dan memilih       membesarkan kami 6 orang
anaknya. Padahal sebagai
seorang sarjana       ekonomi karir ibu waktu itu
katanya sangat baik. Dan ayahpun
ketika       itu juga biasa-biasa saja dari segi karir dan
penghasilan.

Meski       jujur saya pernah berpikir untuk memutuskan
berhenti bekerja dan
mau       mengurus Doni dan Maya, namun selalu saja
perasaan       bagaimana
kebutuhan hidup bisa terpenuhi kalau berhenti
bekerja, dan       lalu apa gunanya
saya sekolah tinggi-tinggi ?. Meski       sebenarnya
suami saya juga seorang
yang cukup mapan dalam karirnya       dan
penghasilan. Dan biasanya setelah
ada nasehat ibu saya menjadi       lebih perhatian pada
Doni dan Maya namun
tidak lebih dari dua minggu       semuanya kembali
seperti asal urusan kantor
dan karir fokus       saya.

Dan kembali saya menganggap saya masih bisa
membagi waktu       untuk
mereka, toh teman yang lain di kantor juga bisa
dan ungkapan       "kualitas
pertemuan dengan anak lebih penting dari
kuantitas "       selalu menjadi patokan
saya. Sampai akhirnya semua terjadi dan       diluar
kendali saya dan
berjalan begitu cepat sebelum saya       sempat
tersadar.

Maya berubah dari anak yang begitu manis       menjadi
pemakai Narkoba. Dan
saya tidak mengetahuinya!!! Sebuah       sindiran dan
protes Maya saat ini
selalu terngiang di telinga. Waktu       itu bik Inah
pernah memohon untuk
berhenti bekerja dan memutuskan       kembali ke desa
untuk membesarkan Bagas,
putera satu-satunya,       setelah dia ditinggal mati
suaminya . Namun karena
Maya dan Doni       keberatan maka akhirnya kami
putuskan agar Bagas dibawa
tinggal       bersama kami.

Pengorbanan bik Inah buat Bagas ini       sangat
dibanggakan Maya. Namun
sindiran Maya tidak begitu saya       perhatikan.
Akhirnya semua terjadi setelah
tiba-tiba jatuh sakit       kurang lebih dua minggu, bik
Inah meninggal dunia
di Rumah Sakit.       Dari buku harian Maya saya juga
baru tahu kenapa Doni
malah pergi       dari rumah ketika bik Inah di Rumah
Sakit. Memang Doni
pernah       memohon pada ayahnya agar bik Inah
dibawa ke Singapore untuk       berobat
setelah dokter di sini mengatakan bahwa bik Inah
sudah masuk       stadium 4
kankernya. Dan usul Doni kami tolak hingga dia
begitu       marah pada kami.
Dari sini saya kini tahu betapa berartinya bik       Inah
buat mereka, sudah
seperti ibu kandungnya! menggantikan tempat       saya
yang seolah hanya
bertugas melahirkan mereka saja ke dunia.       Tragis !

Dan sebuah foto "keluarga" di dinding kamar Maya
sering       saya amati
Kalau lagi kangen dengannya. Beberapa bulan yang
lalu       kami sekeluarga ke
desa bik Inah. Atas desakan Maya kami       sekeluarga
menghadiri acara
pengangkatan Bagas sebagai kepala       sekolah
madrasah setelah dia selesai kuliah
dan belajar di       pesantren. Dan Doni pun begitu
bersemangat untuk hadir
di acara itu       padahal dia paling susah untuk diajak
ke acara serupa di
kantor saya       atau ayahnya. Dan difoto "keluarga" itu
tampak bik Inah,
Bagas, Doni       dan Maya tersenyum bersama. Tak
pernah kami lihat Maya begitu
senang       seperti saat itu dan seingat saya itulah       foto
terakhirnya.

Setelah bik Inah meninggal Maya begitu       terguncang
dan shock, kami
sempat erisaukannya dan membawanya       ke
psikolog ternama di Jakarta. Namun
sebatas itu yang kami lakukan       setelah itu saya
kembali berkutat dengan
urusan kantor. Dan di       halaman buku harian Maya
penyesalan dan air       mata
tercurah.

Maya menulis :
"Ya Allah kenapa bik Inah       meninggalkan Maya,
terus siapa yang bangunin
Maya, siapa yang       nyiapin sarapan Maya, siapa yang
nyambut Maya kalau
pulang sekolah,       Siapa yang ngingetin Maya buat
sholat, siapa yang Maya
cerita kalau       lagi kesel di sekolah, siapa yang
nemenin Maya kalo nggak
bias       tidur..........Ya Allah , Maya kangen banget
sama bik Inah       "

Astagfirullah bukankah itu seharusnya tugas saya
sebagai       ibunya, bukan
bik Inah ? Sungguh hancur hati saya membaca       itu
semua,namun semuanya
sudah terlambat tidak mungkin bisa       kembali,
seandainya semua bisa
berputar kebelakang saya rela       berkorban apa saja
untuk itu. Kadang saya
merenung sepertinya ini       hanya cerita sinetron di TV
da n saya pemeran
utamanya. Namun saya       tersadar ini real dan
kenyataan yang terjadi.

Sungguh saya       menulis ini bukan berniat untuk
menggurui siapapun tapi
sekedar       pengurang sesal saya semoga ada yang
bisa mengambil       pelajaran
darinya. Biarkan saya yang merasakan musibah ini
karena       sungguh tiada
terbayang beratnya.Semoga siapapun yang
membaca       tulisan ini bisa menentukan
"prioritas hidup dan tidak salah dalam       memilihnya".
Biarkan saya
seorang yang mengalaminya.

Saat ini       saya sedang mengikuti program
konseling/therapy dan Mencoba
aktif       ikut dipengajian-pengajian untuk
menentramkan hati saya.       Berkat
dorongan seorang teman saya beranikan tulis ini
semua. Saya       tidak ingin
tulisan ini sebagai tempat penebus kesalahan       saya,
karena itu tidak
mungkin!. Dan bukan pula untuk memaksa       anda
mempercayainya, tapi inilah
faktanya. Hanya semoga ada yang       memetik
manfaatnya.

Dan saya berjanji untuk mengabdikan sisa       umur
saya untuk suami dan
Doni.

Dan semoga Allah mengampuni       saya yang telah
menyia-nyiakan amanahNya
pada saya. Dan disetiap       berdoa saya selalu
memohon "YA Allah seandainya
Engkau akan       menghukum Maya karena
kesalahannya, sungguh tangguhkanlah Ya
Allah,       biar saya yang menggantikan tempatnya
kelak, biarkan buah       hatiku
tentram disisiMu". Semoga Allah mengabulkan       doa
saya.

Kecanduan Cinta

Istilah kecanduan cinta mungkin bukan istilah yang umum terdengar. Istilah yang sudah umum beredar seperti kecanduan minum, alkohol, narkoba, rokok, kerja, dan lain sebagainya. Meski pun “barang” nya cinta, bukan berarti aman-aman saja bagi pecandunya dan tidak membawa dampak apapun juga. Justru, dampak dari kecanduan cinta ini sama buruknya untuk kesehatan jiwa seseorang. Buktinya, sudah banyak kasus bunuh diri atau pembunuhan yang terjadi akibat kecanduan cinta meski korban maupun pelaku sama-sama tidak menyadarinya...Nah, artikel di bawah ini akan mengulas sekelumit hal-hal yang berkaitan dengan kecanduan cinta.

 

Kecanduan Psikologis

Di dalam masyarakat sudah banyak sekali kesalahan dalam mempersepsi atau mengartikan cinta sejati dengan cinta yang bersifat candu. Berbagai film, sinetron, atau pun lagu-lagu turut andil dalam menyaru-kan kondisi kecanduan cinta dengan cinta sejati. Akibatnya, banyak orang terjebak dalam pengertian yang keliru antara kecanduan cinta dengan cinta sejati. Contoh ekstrimnya, ada orang yang bunuh diri karena ditinggal pergi kekasih – dan orang menilai bahwa cerita ini mencerminkan kisah cinta sejati. 

 

Tanda-tanda

Pada umumnya individu yang mengalami kecanduan cinta menunjukkan tanda-tanda: 

Adanya pikiran obsesif, misalnya terus-menerus curiga akan kesetiaan pasangan, terus- menerus takut ditinggalkan pasangan sehingga selalu ikut ke mana pun perginya sang kekasih/pasangan.

Selalu menuntut perhatian dari waktu ke waktu, tanpa ada toleransi dan pengertian

Manipulatif, berbuat sesuatu agar pasangan mengikuti kehendaknya/memenuhi kebutuhannya, misalnya : mengancam akan memutuskan hubungan jika mementingkan hobi-nya.

Selalu bergantung pada pasangan dalam segala hal, apapun juga, mulai dari minta pendapat, mengambil keputusan sampai dengan memilih warna pakaian

Menuntut waktu, perhatian, pengabdian dan pelayanan total sang kekasih/pasangan. Jadi, pasangan tidak bisa menekuni hobi-nya, jalan-jalan dengan teman-teman kelompoknya, atau bahkan memberikan sebagian waktunya untuk orang tua/keluarga.

Menggunakan sex sebagai alat untuk mengendalikan pasangan

Menganggap sex adalah cinta dan sarana untuk mengekspresikan cinta

Tidak bisa memutuskan hubungan, meski merasa amat tertekan karena “berharap” pada janji-janji surga pasangan .

Kehilangan salah satu hal terpenting dalam hidup, misalnya pekerjaan atau /keluarga inti demi mempertahankan hubungan. Jadi, tidak ada istilah “puas” dalam setiap hubungan yang terjalin antara orang yang kecanduan cinta dengan pasangannya; ibaratnya seperti mengisi gelas bocor yang tidak pernah bisa penuh jika diisi, karena begitu airnya dituang lantas langsung keluar lagi dan airnya tidak pernah luber. Demikian juga orang kecanduan cinta, mereka tidak pernah mampu membagikan cinta secara tulus pada orang lain karena selalu merasa kehausan cinta. Oleh sebab itu, banyak di antara mereka yang sering berganti pasangan karena merasa harapan mereka tidak dapat dipenuhi sang kekasih. Padahal, meski puluhan kali mereka berganti pasangan, individu yang kecanduan cinta akan sulit membangun hubungan yang stabil dan abadi. Sayangnya, banyak dari mereka yang tidak sadar, bahwa sumber masalah justru ada pada diri sendiri – mereka lebih sering menyalahkan mantan-mantan kekasihnya/pasangannya.

 

Penyebab

Sebenarnya, kecanduan cinta itu adalah kecanduan yang bersifat psikologis karena tidak terpenuhinya kebutuhan psikologis (seperti kasih sayang, perhatian, kehangatan dan penerimaan seutuhnya) di masa kecil. Menurut Erik Erikson - seorang pakar perkembangan psikososial, orang  yang pada masa batita-nya tidak mengalami hubungan kelekatan emosional yang stabil, positif dan hangat dengan lingkungannya (baca : orang tua dan keluarga), akan sulit mempercayai orang lain – bahkan sulit mempercayai dirinya sendiri. Selain itu, trauma psikologis yang pernah dialami seperti penyiksaan emosional dan fisik pada usia dini, atau menyaksikan sikap dan tindakan salah satu orang tua yang agresif dan kasar terhadap pasangan, dapat  menghambat proses kematangan identitas kepribadian dan kestabilan emosinya. Pemandangan dan pengalaman tersebut kelak berpotensi mempengaruhi pola interaksinya dengan orang lain.

Keterbatasan respon/perhatian dari lingkungan pada waktu itu, dipersepsi olehnya sebagai suatu bentuk penolakan; dan penolakan itu (menurut pemahaman seorang anak) disebabkan kekurangan dirinya. Nah, pada banyak orang, masalah ini rupanya tidak terselesaikan dan akibatnya, sepanjang hidup ia berjuang untuk mengendalikan lingkungan atau orang-orang terdekat supaya selalu memperhatikannya. Orang demikian berusaha membuat dirinya diterima dan dimiliki oleh orang lain – meski harus “mengorbankan” diri. Orang ini begitu cemas dan takut jika kehilangan orang yang selama ini memilikinya; karena perasaan “dimiliki” ini identik dengan harga dirinya – dan sebaliknya ia akan kehilangan harga diri jika kehilangan pemilik.

 

Dampak

Akibat kecanduan cinta bisa dirasakan secara langsung oleh yang bersangkutan, karena orang itu tidak dapat menikmati hubungan yang terjalin karena pikiran dan perasaannya selalu diliputi ketakutan. Dan tidak jarang ketakutan tersebut makin tidak rasional dan melahirkan tindakan yang tidak rasional pula, misalnya tidak memperbolehkan pasangannya pergi kerja karena takut direbut orang. 

 

Bagi Individu Bersangkutan

Akibat jangka menengah dan jangka panjang adalah individu yang bersangkutan akan berada dalam kondisi emosi yang labil dan menjadi terlalu sensitif.  Individu tersebut mudah curiga pada teman, sahabat, kegiatan, pekerjaan, bahkan keluarga pasangannya. Selain itu  ia menjadi mudah marah, cepat tersinggung dan bagi sebagian orang bahkan ada yang bertindak agresif dan kasar demi mengendalikan keinginan dan kehidupan pasangannya. Pasangannya tidak diijinkan untuk punya agenda tersendiri; pokoknya harus mengikuti keinginannya dan 100% memperhatikannya. Individu tersebut juga mudah merasa lemah, lelah dan lemas. Pasalnya, seluruh energinya sudah dipergunakan untuk mengantisipasi ketakutan yang tidak beralasan dan melakukan tindakan untuk menjaga pertahanannya. Nah, kehidupan demikian membuat dirinya menjadi manusia tidak produktif. Sehari-hari yang dipikirkan dan diusahkan hanyalah bagaimana supaya “miliknya terjaga”.

 

Bagi Pasangan

Banyak orang yang tidak sadar kalau dirinya terlibat dalam pola hubungan yang addictive sampai akhirnya ia merasa stress, tertekan namun tidak berani/takut/tidak berdaya untuk memutuskan hubungan yang sudah berjalan beberapa waktu. Bagi sebagian orang yang cukup sadar dan mempunyai kekuatan pribadi, ia akan berani mengambil sikap tegas dalam menentukan arahnya sendiri. Namun, banyak pula orang yang “memilih” untuk tetap dalam lingkaran demand-supply tersebut karena ternyata dirinya sendiri juga mengalami masalah dan kebutuhan yang sama. Jika demikian halnya, maka hubungan yang ada bukannya mengembangkan dan mendewasakan kedua belah pihak, namun malah semakin memperkuat ketergantungan cinta keduanya. Situasi ini lah yang sering dikaburkan dengan hubungan yang romantis dan cinta buta. 

 

Penanggulangan

Menurut para ahli psikologi dan kesehatan mental, salah satu syarat utama untuk dapat menjalin hubungan yang sehat dan sekaligus menjalani kehidupan yang produktif adalah mempunyai kesehatan mental yang sehat dan identitas diri yang solid. Kondisi positif demikian akan menumbuhkan rasa percaya diri yang kuat sehingga orang tersebut tidak membutuhkan dukungan dan pengakuan orang lain untuk memperkuat sense of self-nya. Jadi, untuk mengembalikan seseorang pada bentuk hubungan yang sehat, langkah awal yang diperlukan adalah memperkuat pribadinya terlebih dahulu. Dengan meningkatkan sumber kekuatan psikologis secara internal, akan mengurangi ketergantungannya pada kekuatan eksternal. Orang itu harus merasa aman dan percaya dengan dirinya sendiri untuk bisa merasa aman dalam setiap jalinan hubungan dengan orang lain. Ada kalanya, orang-orang demikian membutuhkan bantuan para profesional untuk membimbing dan mengarahkan mereka membangun pribadi yang positif. (jr) 

August 04, 2006

Panduan Menghapus Worm Brontok


  1. Bekerja di SafeMode  
  2. Matikan System Restore (Windows Me/XP).  
  3. Hapus virus yang terdaftar.  
  4. Gunakan file ini tuk mengaktifkan kembali registry editor
  5. Hapus skrip yang ditambahkan virus pada registry .  
  6. Hapus scheduled task.
     

Untuk detail dari setiap langkah tersebut, baca instruksi dibawah ini

1. Bekerja di SafeMode

Tekan F8 sebelum masuk ke windows, pilih safe mode

2. To disable System Restore (Windows Me/XP)

klik kanan pada logo my computer, dan pilih properties, kemudian hilangkan   check mark pada enable system restore


  3. Hapus virus yang terdaftar.

    hapus file-file ini

  • %UserProfile%\Local Settings\Application Data\csrss.exe  
  • %UserProfile%\Local Settings\Application Data\inetinfo.exe  
  • %UserProfile%\Local Settings\Application Data\lsass.exe  
  • %UserProfile%\Local Settings\Application Data\services.exe  
  • %UserProfile%\Local Settings\Application Data\smss.exe  
  • %UserProfile%\Local Settings\Application Data\winlogon.exe  
  • %UserProfile%\Start Menu\Programs\Startup\Empty.pif  
  • %UserProfile%\Templates\WowTumpeh.com  
  • %Windir%\eksplorasi.pif  
  • %Windir%\ShellNew\bronstab.exe  
  • %System%\[user name]'s Setting.scr  
  • %Windir%\inf\norBtok.exe  
  • %UserProfile%\Local Settings\Application Data\Bron.tok-[X]-[Y]
       
        dimana [X],[Y] adalah dua nomor acak
       
        Catatan:  
  • %System% sebuah variabel yang mengacu pada folder System. Umumnya adalah     C:\Windows\System (Windows 95/98/Me), C:\Winnt\System32 (Windows NT/2000),     atau C:\Windows\System32 (Windows XP).  
  • %Windir% sebuah variabel yang mengacu pada folder instalasi Windows . umumnya     C:\Windows (Windows 95/98/Me/XP) or C:\Winnt (Windows NT/2000).  
  • %UserProfile% sebuah variabel yang mengacu pada folder folder profile current     user's . Umumnya C:\Documents and Settings\[CURRENT USER] (Windows NT/2000/XP).
  • Catat ukuran file dan tanggalnya, bilamana terdapat file exe lain dengan     ukuran dan tanggal yang sama, hapuslah file itu.
  • Hapus template di user profile yang sama ukuran filenya

Cari file-file tersebut dan hapus dengan menekan Shift-Delete pada file tersebut   dan tekan yes
  Penting: Anda harus melakukannya   dalam safe mode
 
 
 
  4. Gunakan tool ini untuk mengaktifkan regedit
  gunakan file ini tuk mengaktifkan kembali registry editor anda, enabreg.bat,   download, ekstrak dan jalankan file ini.

 
  5. Hapus value berikut dari registry

buka C:\Autoexec.bat dengan notepad dan hapus tulisan pause, bila ada.
 
  "pause"

lalu

  1. Klik Start > Run.  
  2. Ketik regedit  
  3. Klik OK.
     
  4. navigasi ke subkey ini:
       
        HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run
       
       
     
  5. Pada kolom kanan hapus value:
       
        "Bron-Spizaetus" = "%Windir%\INF\norBtok.exe"    

    "Bron-Spizaetus" = "%Windir%\ShellNew\bronstab.exe"
          
       

     
  6. navigasi ke subkey ini:
       
        HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run
       
       
     
  7. pada kolom kanan, hapus value:
       
        "Tok-Cirrhatus" = "%UserProfile%\Local Settings\Application Data\smss.exe"
     
  8. navigasi ke subkey ini:
       
        HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Winlogon
       
     
  9. pada kolom kanan, reset value pada value default:
       
        "Shell" = "Explorer.exe"
     
  10. navigasi ke subkey ini:
       
        HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer
       
     
  11. pada kolom kanan, reset value ini menjadi
       
        "NoFolderOptions" = "0"
       
     
  12. navigasi ke subkey ini:
       
        HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\explorer\advanced
       
     
  13. pada kolom kanan, reset value ini menjadi
       
        "Hidden" = "0"
        "ShowSuperHidden" = "1"
        "HideFileExt" = "0"
     
  14. keluar dari Registry Editor.
     

6. Hapus scheduled tasks yang ditambahkan oleh worm

Klik Start, dan pilih Control Panel. (Di Windows XP, pindah ke Classic View.)
    pada folder control panel, klik dua kali Scheduled Tasks.
    klik kanan pada ikon task dan pilih Properties dari menu popup
    setelah task muncul hapus task bilamana terdapat baris seperti ini
   
   
%Windir\Tasks\At1.job

Kemudian Restart komputer anda.

Selesai

July 03, 2006

Hp jadi Sumber Duit???

Benar-benar murah produk Vouchermurah bukan sekedar nama tapi bukti. Disini juga didapatkan kemudahan, praktis, fleksibel, dimanapun, kapanpun kita bisa isi pulsa, bagaikan di counter sendiri. Ubahlah paradigma mainset anda menjadi paradigma sukses yaitu pakai HP yang tadinya COST/BIAYA menjadi PROFIT/UNTUNG. PARADIGMA SUKSES TSB dapat saya buktikan di VM. Disini ada Bonus rekrutmen, Bonus Matrik potensi sampai 1,1 M, Bonus Transaksi baik Dealer, Master dan Super Master sampai milyaran rupiah, untuk lebih jelasnya klik aja http://www.vouchermurah.com/?id=johanarifin

add FS VM di vouchermurah@plasa.com

Ingat...!!!

Pulsa adalah Kebutuhan Pokok
Pengguna HP Prabayar..!!

Karena itu .... Bergabung atau Tidak !
Anda..., Keluarga anda....., teman anda.....,
kerabat anda...., Tetap Saja mengeluarkan uang
untuk Membeli Kebutuhan Pulsa HandPhonenya.. !

So, kenapa gak manfaatkan saja programnya dealer VM????

GO....GO..... FREEDOM.....

Tonk He Love, Klik & Daftar di :
http://www.vouchermurah.com/?id=johanarifin

March 10, 2006

Sumpeh deh gw ga habis pikir!!!

Beberapa hari terakhir ini saya sering dibuat bingung. Entah karena saya sudah mulai banyak pikiran atau memang yang membuat saya berpikir itu membingungkan. Banyak peristiwa yang mengherankan. Baca koran, banyak yang bikin saya nggak abis pikir.    Ngeliat acara berita dan tayangan program lainnya di televisi juga menurut saya banyak yang bikin heran. Eh, denger radio juga sering muncul celetukan dan komentar yang menurut saya sendiri menganehkan. Begitu surfing di internet, keanehan makin meraja. Duh, kenapa saya memandang itu semua sebagai keanehan? Apakah saya sudah tidak aneh sehingga merasa perlu menganggap sesuatu dan orang lain sebagai keanehan, atau saya yang justru dianggap aneh oleh mereka yang saya nilai aneh itu? Ah, bener-bener aneh, heran dan membingungkan. Sumpah deh, nggak abis pikir banget.    Berikut ini saya paparkan kepada teman-teman beberapa masalah yang bikin saya nggak abis pikir untuk memikirkannya. Kenapa bisa begitu? Kok kayak kebalik-balik gitu? Kenapa yang baik dianggap jelek, dan sebaliknya?   

Terorisme dan kriminalitas 

Sumpah, nggak abis pikir. Kenapa kasus terorisme begitu sering diekspos besar-besaran oleh media massa ketimbang kasus kriminalitas? Okelah, dalam dunia jurnalistik sesuatu yang baru sering kali dibesar-besarkan. Dalam jurnalistik berlaku juga semacam semboyan: “bad news good news”. Artinya, kalo ada berita tentang kejelekan dari mana saja, itu adalah berita baik bagi insan pers. Misalnya aja kasus perceraian kalangan seleb lebih heboh beritanya ketimbang kasus pernikahan seleb. Kasus korupsi di Departemen Agama lebih santer beritanya ketimbang kasus serupa di Depertemen Keuangan. Karena apa? Selain karena ironisme, juga karena berita buruk dari seseorang atau sesuatu adalah berita baik bagi pengelola media. Makanya, akan dipelihara. Akan dibesar-besarkan.    Itu sebabnya, baca dan denger berita seputar terorisme akhir-akhir ini sampe bikin saya muak. Apalagi terorisme selalu dan kesannya ditujukan untuk Islam dan kaum muslimin. Iya, gimana nggak begitu, wong pesantren diminta diawasi dan dikaji ulang kurikulumnya. Itu namanya udah nuduh dong. Meskipun banyak di antara mereka yang pura-pura bijak dengan mengatakan bahwa ini bukan berarti terorisme berkaitan langsung dengan Islam, tapi anehnya malah langsung menunjuk hidung. Bukan lagi menggunakan asas praduga tak bersalah. Bahkan banyak media massa yang bikin editorial yang nyebelin abis karena terorisme tuh identik dengan Islam. Waduh.    Akibatnya, masyarakat jadi merasa aksi terorisme benar-benar dilakukan oleh umat Islam dan memang dalam Islam diajarkan. Dan lebih malu-maluin lagi ada juga tokoh Islam yang ikutan minder duluan, terus bereaksi bikin pernyataan seolah-olah dia dan kelompoknya nggak tahu menahu soal terorisme dengan memberi pernyataan mendukung arus. Bukan melawan arus.    Lalu, hubungannya dengan kriminalitas, masalah ini seperti dianggap angin lalu aja. Mungkin juga karena masalah ini sudah biasa, sehingga nggak merasa kaget atau heran. Kecuali kasusnya yang heboh seperti misalnya (kalo ada), pejabat anu ketangkep basah lagi berselingkuh, atau anak pejabat negara overdosis narkoba.   Sumpah, nggak abis pikir kenapa terorisme mengarah kepada Islam dan umat Islam. Padahal, padahal pada waktu yang bersamaan kriminalitas tiap hari angkanya melompat jauh dan kian nggak aman saja kita hidup. Tapi, lagi-lagi, masalah kriminalitas ini nggak jadi berita besar untuk mendapat perhatian yang besar pula dari masyarakat.   

Jilbab dan bikini 

Sumpah, nggak abis pikir neh. Orang yang berjilbab dan berkerudung kok banyak yang dianggap kampungan, kuno, dan fanatik? Sementara wanita yang pake bikini atau you can see disanjung sebagai golongan modern dan berpikiran maju. Nggak kebalik?    Padahal nih, kalo misalnya modernitas diukur dari perkembangan budaya, teknologi, dan pemikiran, maka orang yang masih mengenakan busana irit bahan pas keluar rumah, kayaknya itu deh yang nggak ngikuti perkembangan jaman. Betul?  Kenapa? Karena sekarang pabrik tekstil saja sudah banyak, teknologinya bukan lagi dengan mesin tenun tradisional, tapi sudah mesin pemintal canggih, terus secara pemikiran mereka yang modern pasti butuh pakaian untuk nutupin badan biar nggak malu.    Beda banget kan dengan jaman nenek moyang manusia di jaman purba. Pakaian aja nggak punya, karena belum tahu bagaimana cara bikin pakaian. Terus teknologinya belum kepikiran. Jadinya mikirnya sederhana: ngapain harus malu, toh yang lain juga melakukan hal yang sama. Gitu kali ye? Hehehe..    Itu sebabnya, para akhwat yang ogah make jilbab dan kerudung, kudu mengedit kembali pemahamannya biar benar dan lurus tentang Islam. Setuju?   

Aborsi boleh, seks bebas dibiarin? 

Sumpah, nggak abis pikir. Aborsi karena kehamilan yang tidak diinginkan dan karena belum siap jadi ibu dibolehin. Lalu diminta dilegalkan saja oleh pemerintah. Udah gitu, pake ngedalil segala lagi: “Ini kan demi menolong orang. Kasihan mereka daripada aborsi di tempat yang tak aman secara medis bisa merenggut jiwanya.”    Sumpah nggak abis pikir, kok jaman kiwari masih ada aja yang berpikir kurang cerdas. Maaf, saya menggunakan kata-kata ini karena agak-agak kesel gitu deh. Abisnya, kalo emang yang pengen aborsi karena malu setelah berbuat zina, kenapa mesti dibantu menggugurkan kandungannya? Udahlah dia dosa berzina, eh, ngebunuh anaknya lagi. Lagian, kalo emang malu nanti hamil sebelum nikah, kenapa nekat gaul bebas? Kok kayaknya aneh banget deh: malu sama manusia, tapi nggak malu sama yang menciptakan manusia. Padalah Dia pasti tahu apa yang telah kita lakukan. Iya kan?    Terus, kalo emang mau nolong orang yang kebetulan hamil di luar nikah, kenapa nggak dinasihatin aja supaya menjaga kandungannya dan bertobat kepada Allah Swt. Tul nggak? Nah, kepada mereka yang belum kebablasan segera dikampanyekan untuk tidak gaul bebas or seks bebas dengan lawan jenis. Iya nggak seh?    Sumpah, nggak abis pikir banget kalo aborsi dalilnya untuk nolongin orang dan dianggap wajar, terus gaul bebas juga dipelihara, jangan harap dapetin kehidupan yang tenang, adem, ayem, dan bikin nikmat. Karena apa? Karena akan terus menciptakan perasaan was-was dan masalah besar bagi keberlangsungan umat manusia ini. Masa’ sih kita tega mengembangbiakkan keturunan kita di jalan yang salah? Ih, amit-amit deh.   

Anak ngaji dicurigai?

Sumpah, nggak abis pikir. Anak ngaji kok dicurigai. Dianggap aliran sesat ketika pemahamannya dianggap beda ama yang udah ada dan biasa. Kenapa langsung curiga dan ngasi keputusan sepihak padahal mereka belum diajak dialog soal keyakinannya? Apa karena udah risih duluan atau takut kebawa-bawa?    Ini sering terjadi lho. Di sekolah terutama. Anehnya, pihak sekolah sering kali pake standar ganda. Heran deh. Anak ngaji sampe dicurigai dan dianggap bahaya, tapi yang gaul bebas di sekolah dibiarin. Mereka yang pacaran aman-aman saja nggak dirazia. Anak akhwat yang pake kerudung dianggap melanggar peraturan seragam sekolah, tapi yang pake roknya di atas lutut dibiarin aja. Temen-temen yang di luar sekolah ketahuan suka nenggak miras dan make narkoba seringnya didiemin aja. Dengan alasan asal tidak ngelakuinnya di dalam lingkungan sekolah. Tapi anak ngaji, sampe ke kos-kosannya aja dipantau gerak-geriknya. Idih, aneh banget kan? Sumpah nggak abis pikir.    Padahal kan kita sebagai anak rohis mau lho kalo diajak sama pihak sekolah untuk bantuin nyadarin temen-temen supaya kembali yang benar. Suer, kita mau!    Tapi ya, lagi-lagi nggak abis pikir banget karena ternyata anak ngaji mah tetep aja dicurigai, apalagi pas musim aksi terorisme yang diidentikkan dengan Islam dan kaum muslimin. Makin males aja tuh mereka yang emang sejak awal nggak mau ngaji. Ah, udah banyak yang aneh penghuni dunia ini memang.    Amerika dipuja, Islam dihina?  Sumpah, nggak abis pikir. Iya, gimana nggak, aksi terorisme yang kini diidentikkan dengan Islam udah bikin takut dan risih umat Islam sendiri. Apalagi setelah beredar VCD pengakuan orang-orang yang akan melakukan bom bunuh diri pada peristiwa peledakan bom di Bali 1 Oktober 2005. Kesan bahwa itu dilakukan umat Islam jadi kian mengental.    Padahal nih, kalo pun ada umat Islam yang begitu (meski kudu dicek sampe jelas), tapi bukan berarti itu dilakuan oleh kaum muslimin. Nggak bisa men-generalisir gitu dong. Sekarang gini aja, pasti deh nggak mau kalo misalnya ada polisi yang jadi bandar narkoba, lalu kemudian kita rame-rame mencap semua polisi begitu. Terus melakuan sweeping ke polsek-polsek untuk menggeledah semua polisi. Siapa tahu ada yang bawa narkoba. Siapa tahu ada temannya polisi yang kebetulan ketangkep, padahal sang teman nggak tahu apa-apa dan emang nggak make narkoba, apalagi jadi bandarnya. Tul nggak?    Nah, kalo pun mau, polisi atau siapa pun yang berwenang ngusut terorisme jangan men-generalisir bahwa itu dilakukan umat Islam lalu merasa berhak menggeledah setiap pesantren dan bikin kurikulum baru di pesantren.    Ah, model seperti ini kan gayanya Amerika yang nggak setuju dengan Islam yang akan menjadi pesaing ideologinya. Sebab, kalo banyak umat Islam yang sadar tentang pentingnya perjuangan untuk menegakkan kembali Islam di dunia ini, itu sama dengan alarm tanda bahaya bagi Kapitalisme telah berbunyi. Amerika, sebagai pengemban ideologi ini pasti akan bertindak apa pun untuk mengamankan dan mempertahankan ideologinya. Termasuk dengan cara yang kotor.    Nah, anehnya, kita malah ngikutin dan memuja Amerika, lalu merasa minder sebagai muslim, dan bahkan terkesan (ikut) menuduh or menginakan Islam dengan tuduhan-tuduhan agama Islam tuh ngajarin terorisme dan kaum muslimin sebagai teroris. Okelah sobat, jangan sampe termakan propaganda jahat Amrik ye.    Bersabarlah pejuang Islam  Sobat muda muslim, jangan takut dan jangan sedih, jangan menyerah terhadap orang-orang yang mencela, jangan pula minder karena kaum muslimin seolah-olah dianggap bagian dari teroris, jangan putus asa jika kita dicemooh oleh mereka yang membenci Islam. Sabar dan tetap berpegang teguh kepada Islam dan kepada Allah Swt.    Firman Allah Ta’ala: “Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikanNya kepada siapa yang dikehendakiNya, dan Allah Maha Luas (pemberianNya), lagi Maha Mengetahui.” (QS al-Maaidah [5]: 54)    Kita harus yakin, berapa pun jumlah orang yang akan mencela, mencurigai, menuduh, membenci, dan menghina kita, tapi jika Allah akan memuliakan kita, kita nggak bakalan sanggup dikalahkan. Insya Allah. Pasti.  Allah Swt. berfirman: “Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.” (QS at-Taubah [9]: 32)    Sobat, lebih baik kita terus meyakinkan siapa pun bahwa Islam bukanlah ancaman, tapi Islam adalah pencerahan. Mereka yang menganggap Islam sebagai ancaman pasti berada di jalur yang salah. Sementara yang menganggap Islam sebagai pencerahan, adalah mereka yang insya Allah mendapat petunjuk. Gimana, setuju kan?

February 18, 2006

Fenomena Penampakan

Kata syaithon / setan berasal dari bahasa Arab yang artinya keterlaluan / berlebih-lebihan, jadi kata syaithon itu sebenarnya adalah kata sifat ( Evil ) bukanlah mahluk yang selama ini banyak orang salah memahaminya. Nah, jadi setiap Manusia atau Jin yang berprilaku / berkelakuan keterlaluan / berlebih-lebihan itu dinamakan syaithon / setan.

Yang menjadi fokus dari pembahasan kita kali ini adalah seputar acara-acara televisi yang sering memunculkan sosok Jin baik melalui fenomena penampakan maupun melalui rekayasa yang sering memunculkan sosok jin dalam wujud hantu, karena akhir-akhir ini Hantu cs. semakin tenar, bahkan keberadaannya sudah semakin diakui oleh masyarakat peminat acara-acara berbau dunia gaib, macam Dunia Lain, Gentayangan, Dua Alam, dll. Sebagai seorang muslim, kita memang harus percaya terhadap adanya dunia gaib ini, sesuai dengan firman Allah Swt dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 2. Tetapi acara-acara televisi yang membahas dunia gaib itu secara tidak langsung telah membantu misi syaithon dalam tugasnya menakut-nakuti manusia, agar manusia lebih takut kepada bangsa mereka ( Jin ) daripada kepada Sang Khalik. Padahal bangsa Jin mempunyai kedudukan yang lebih rendah dibandingkan dengan manusia, tetapi justru acara-acara tersebut cenderung mengajarkan kepada pemirsanya bahwa bangsa Jin itu ditakuti bahkan tak sedikit yang secara tidak langsung memposisikan manusia di bawah bangsa mereka, misalnya seperti penyediaan sesajen, tumbal, dll. Padahal Firman Allah Swt telah menjelaskannya :

Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.” (QS.Al-Jin -6)

Mengapa hal ini bisa terjadi? Bukankah dengan semakin pesatnya tekhnologi, seharusnya orang-orang meninggalkan hal-hal yang berbau takhayul? Lagipula apa benar penampakan yang tertangkap kamera itu adalah realitas yang dapat dibuktikan secara ilmiah? Atau hanya trik kamera yang dibuat untuk menakut-nakuti pemirsa dan untuk menaikan rating acara tersebut? Lalu bagaimana sikap kita sebagai seorang muslim agar tidak terbawa kedalam kemusyrikan sebagai dampak dari acara tersebut?

Pertanyaan-pertanyaan tadi tentunya pernah terlintas dalam benak kita dan untuk menjawabnya kita perlu memahami dulu beberapa firman Allah Swt berikut :

Maka tatkala Kami telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya.Maka tatkala ia telah tersungkur, tahulah jin itu bahwa kalau sekiranya mereka mengetahui yang ghaib tentulah mereka tidak tetap dalam siksa yang menghinakan.” (QS. Saba’ :14)

Katakanlah: "Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui PERKARA yang ghaib, kecuali Allah", dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan.” (QS. An-Naml : 65 )

"(Dia adalah Tuhan) yang mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu." (QS. Al-Jin: 26).

Dari firman Allah diatas, dapat kita golongkan 2 ghaib, yaitu :

1. Perkara Ghaib ( Hanya diketahui Allah SWT Yang Maha Mengetahui ),

misalnya : arasy, surga, neraka, kiamat, alam barzah, alam mahsyar,

masa depan, kematian, rizqi, jodoh, dll.

2. Hal Ghaib ( Tidak dapat dilihat [kecuali melalui ilmunya] tetapi dampaknya nyata

dan dapat dirasakan ) Misalnya: jin, udara, frekuensi, mikroba, listrik, radiasi, dll.

Dalam beberapa seminar, artikel maupun dalam kegiatan aktifitas sehari-hari, penulis banyak menemukan perdebatan mengenai dapat atau tidak dapatnya jin dilihat oleh manusia. Sebagian orang berpendapat bahwa Jin tidak dapat dilihat / disaksikan oleh manusia, karena jin termasuk perkara ghaib yang hanya diketahui oleh Allah Swt, padahal apabila kita kembali menggali firman Allah Swt diatas, jin termasuk hal ghaib dan bukanlah termasuk perkara ghaib, karena apabila jin termasuk perkara ghaib, kenapa mereka tidak mengetahui kematian Nabi Sulaeman As.

Melalui teknologi zaman sekarang, Jin bisa dideteksi keberadaannya, misalnya melalui Trifield Natural EM meter, EMF meter, dan Infra Red Scanner. Bahkan penampakannya pun sudah bisa ditangkap oleh kamera diatas resolusi 3 Mega Pixel. Bahkan tak jarang kamera dibawah resolusi 3 megapixel pun, apabila frekwensi cahaya dalam keadaan yang memungkinkan, penampakan pun dapat tertangkap.

Dalam proses penampakannya, Jin memerlukan energi yang besar untuk menampakan dirinya. Ia bisa mendapatkan energi itu dari endapan energi negatif di tempat-tempat sepi, karena itu tempat sepi selalu identik dengan tempat angker, karena disanalah tempat favorit bangsa mereka. Juga yang perlu diketahui, bahwa apabila manusia mempunyai perasaan takut, maka secara kimiawi tubuhnya akan mengeluarkan energi yang besar, nah energi inilah yang dimanfaatkan si Jin untuk diserap sehingga ia bisa menampakan diri di hadapan kita. Maka dari itu buanglah rasa takut kita bila berada di tempat sepi atau gelap apabila perasaan itu mulai muncul, selalu ingatlah kepada Allah Swt, berdzikir dengan menyebut nama-Nya.

Niscaya dengan percaya bahwa Allah Swt dekat dan melindungi kita, maka akan timbul keberanian pada diri kita. Karena apabila manusia dalam posisi berani / waspada, maka secara kimiawi tubuhnya akan membutuhkan dan menyerap banyak energi, sehingga tidak memberikan ruang / jatah energi kepada si Jin untuk menampakan diri atau untuk mengganggu kita. Maka dari itu buanglah rasa ketakutan itu, karena sebenarnya ketakutan muncul dari pikiran kita sendiri. Justru rasa takut yang harus kita tumbuhkan adalah rasa takut kita kepada Allah Swt, karena rasa takut kepada Zat Maha Perkasa ini mempunyai kedudukan yang sangat tinggi. Allah Swt, mensejajarkan takut kepada-Nya dengan Jihad di jalan Allah Swt. Takut pada Allah akan picu keberanian kita dalam membela kebenaran. Firman Allah Swt :

Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti dengan kawan-kawannya , karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepadaKu, jika kamu benar-benar orang yang beriman.”

(QS.Ali-Imran:175)

Dari beberapa penjelasan dan penemuan teknologi diatas, telah jelaslah bahwa bangsa Jin yang fenomenanya maupun tiruannya sering membintangi acara-acara televesi memanglah dapat ditangkap oleh kamera. Walaupun tak sedikit dari acara televisi juga yang merekayasa penampakan itu demi rating acaranya. Pada beberapa orang yang dianugrahi kelebihan khusus oleh Allah Swt, ia dapat melihat atau merasakan keberadaan mahluk-mahluk ghaib melalui indera keenamnya ( six sense ). Karena panca indera tidak akan mampu melihat mahluk-mahluk ghaib tersebut, terkecuali melalui perantara sihir ( bantuan jin itu sendiri ) maupun melalui peralatan teknologi. Hal ini sama halnya dengan Radiasi Isotop/Radio aktif tidak dapat dilihat oleh mata telanjang, melainkan dengan kertas foto negatif atau plat yang mengandung zat kimia tertentu. Radiasi tersebut tidak dapat 'dilihat' namun akibatnya nyata dan 'dapat dirasakan'. Ini hanyalah salah satu bukti dari keterbatasan panca indera kita.
Sama seperti anjing yang penciumannya ratusan kali lipat lebih tajam dari hidung kita, atau kelelawar yang pendengarannya beberapa kali lipat lebih baik dari manusia sehingga gelombang sonar pun dapat dideteksi oleh telinga kelelawar.
Sepengetahuan saya yang terbatas, di dalam Al Qur'an tidak disebutkan mengenai ketajaman indera pendengaran kelelawar (mungkin saya salah) ataupun cara menyetek pohon tomat dengan baik. Namun Al Qur'an selalu memerintahkan kita menggunakan akal (ta'qilun) dan merenungkan (tafakkur) mengenai fenomena alam ini, termasuk diri kita sendiri. Tetapi ada juga orang yang menentang pendapat bahwa jin tidak bisa berinteraksi bahkan dilihat atau dirasakan oleh manusia. Satu2nya cara adalah kembali membuka dalil2 yg ada dengan disertai tafakur dan pencarian fakta atau pembuktian. Kalau tetap bersikukuh berdasarkan dalil2 saja dan dibaca secara tersurat saja ( yg tersirat tidak diusahakan utk dipikirkan ) serta tanpa pembuktian real, niscaya semua tidak akan selesailah, hal ini merupakan "Kemunduran umat muslim" selama ini. Niscaya umat muslim akan selalu tertinggal dari segi apapun ( ekonomi, ilmu pengetahuan, teknologi, sosial dan budaya ) Kita akan jadi pecundang terus oleh dunia barat dan golongan zionist.

Dulu pun dunia barat ( Eropa ) sempat tidak maju juga karena pengukungan pendapat secara amat keras oleh dewan2 gereja dan pendeta2 di Eropa. Ilmu apapun dianggap sihir dan mendustakan agama dan melawan gereja tapi berhubung muncul gerakan2 "Renaissance and Humanisme", maka Eropa menjadi maju pesat sampai sekarang.

Sikap kita sebagai seorang muslim adalah menjadikan hal ini sebagai hikmah, bahwasanya kita tinggal di dunia tidak sendiri, tetapi ada alam lain yang tidak tampak oleh panca indera kita, yaitu alam Jin. Jangan sampai kita diperbudak oleh bangsa mereka tetapi jangan pula kita memperbudak bangsa mereka karena bangsa kita dan bangsa mereka diciptakan oleh Allah SWT, tak lain dan tak bukan adalah hanya untuk beribadah kepada-Nya. Wallahualam Bishawab.

Script By: johanarifin@programmer.net

* Dari berbagai sumber *

February 16, 2006

Solusi Dapet Laptop Gratis

Ada penawaran laptop gratis dari situs Kanada, dan ini tidak bohong...
Promosi produk Acer dari situs Canadian Business ini akan membagi notebook Acer dengan gratis.
Caranya:

1. Daftarkan Diri anda dengan mengklik :
http://notebook.GustoNetwork.com/index.php?mid=491795

Lalu klik register. setelah selesai register anda diberi referrals dengan mengklik No Thanks. Just continue to notebook.GustoNetwork.com

2. selanjutnya! ya klik menu referrals (dibagian atas web yang sudah anda register, klik juga link sponsor search engine dan klik link kembali ke GustoNetwork maka Anda akan melihat URL atau link REFERAL anda seperti diatas. copy semua trus taruh di message yang akan dikirim ke temen2 spt contoh di atas, tentunya dengan nomor mid kamu

3. Informasikan kepada teman-teman anda mengenai produk notebook Acer ini, cukup 18 orang yang mendaftar dari referrals anda.

4. Setelah 18 orang mendaftar melalui referrals anda, tinggal Order Notebook Acer Travelmate, IP4 2,8 GHz) Langsung dikirim ke alamat rumah anda.

Selamat mencoba! tiga orang di friendlist saya telah mendapatkannya...